Selasa, 11 Desember 2012

NIGHTMARE | BARKS Interview (English Translation)


a fanart.. this is not my own. credits: Nightmare (~Naitomeans Fans~)
and also i found this interview on that FP.

the funniest moment for each member during a live?

S: Throwing the bottles into the audience for them to catch.
N: The members and the guests having fun together. Also, the good feeling of happiness.
H: The physical feeling of being on stage.
R: Yomi's fun MCs.
Y: The times when I can MC.

If you were to suddenly recruit a new member, what kind of person would it be?

S: A mascot.
N: If we were (recruiting a new member) it would be a keyboardist.
H: Keyboard also.
R: (I got nothing here. Sorry)
Y: Someone from Sendai would be nice.

Please tell us if you have any siblings.

S: Younger sister and brother.
N: Older brother and younger sister.
H: Me and my cat.
R: Younger brother.
Y: Me and my younger brother.

What song do you sing the most often in karaoke?

S: Nowadays, RADWIMPS' songs.
N: Any song with a good female vocalist.
 H: Iemon and some guy's name here I can't read ;;
 R: I don't karaoke.
Y: Anime song.

What would you want a woman to say to you?

S: Probably 'Let's have fun together.'
 N: What is it nowadays, "It resembles hige."
H: Thank you.
R: What do you desire right now?
Y: It feels good~~!

Page 1: 1. What is everyone's age range when it comes to your object of love? (This was a literal translation word for word. I was cracking up when I read this.)

S: Huh? 16-30 years old.
N: Probably 20-30 years old.
H: 18, 20-30 year olds also.
R: No one older. The youngest would be 18 to 19.
Y: I can't date anyone below 18.

2. Please tell us who is the most important person in your life.

Sakito: I thank the person who gave birth to me.
 N I thank the person who raised me as a child.
 H: My body is important.
 R: The people who live separately.
Y: Everyone in the band!

3. If you can marry an anime character, who would it be?
S: When I was in elementary school, I was in love with "Anmitsu Hime (Sugar Princess)"
N: When I was younger, "Himitsu's Akko-chan."
H: I don't understand. I don't want to get married.
R: Iori from 'I"s'
Y: Hmm... No one!

 How were you as a child?

S: Obedient.
N: Naughty.
H: I liked being by myself.
R: I couldn't settle down.
Y: A weird kid.

2. Please tell us the subjects you were best and worst in when you were in high school.

 S: I was good in English. I was horrible in science.
 N: Gym, business, and fine arts. I was horrible at everything else
 H: I love English, but I was horrible at science and math.
 R: Music theory and I was bad at everything else.
 Y: I was good in philosophy and gym. I didn't like any other subjects.

3. What are the things that can put you at ease?

S: Bunny.
N: Alcohol!
H: Movies and animals
R: Fatty meat
Y: For me, it's Disneyland.

Please tell us your plans when you get old.

S: Travel around overseas.
N: Travel around Hokkaido.
H: I haven't thought about it yet.
R: Me too.
Y: Probably travel around.


 If a Doraemon character was in front of you right now, who do you want to see?

S: Giant
N: Suneo.
H: Doraemon.
R: Jian's mother would be nice.
Y: Nobita.

Sabtu, 03 November 2012

This is my way to 'membuat' some 'lagu'

mungkin disekitar gue, banyak yang gak punya kebiasaan kayak gue. gue dikelas kerjaannya nulis 'poor words' =A= udah gitu dibikin jadi lagu alay ala dira lg wkwk  oke, hari ini gue bakal ngulas tentang cara sederhana bikin lagu ala dira. ini itu gampang sebenernya, cuma you can't do it without using ur beautiful mind. nah, pertama-tama.. 

1. pikir-pikir dulu arasemen song project yang pengen dibuat. semua lagu pasti ada nada dan ketukan kan? nah pertama-tama bikin dulu arasemennya. use ur mind ya, jangan dipaksain kalo lagi gak mood. karena semuanya tergantung dari mood dan hati. ohiya, bikin arasemennya juga bisa pake instrument apa aja. dari yang sederhana ampe yang lumayan canggih juga bisa. contohnya: pianika, gitar, keyboard, recorder,dll.. setelah itu di rekam. nah kadang alat musik kayak piano digital ataupun keyboard bisa direkam tuh, tapi kalo gak bisa boleh pake alat recording, atau di rekam dikompi pake microphone usb. bah~ itu lebih canggih.. tapi diinget aja juga gapapa, tapi buat yang pikun kayak ane resikonya itu banyak =A=

2. habis bikin arasemennya, buat liriknya terus sesuaikan sama nadanya. yap, ini yang sering gue lakukan dimana-mana. bikin liriiiik! liriknya terserah tentang apa, cuma sesuaikan sama tempo dan nadanya. biar sesuai ^^ nah kalo udah bikin liriknya pasti ngasih judulnya gampang. kalo ane bikin lirik sesuai dengan isi hati yang sedang dirasakan. jadi kalo galau ya jadinya lagu  galau kalo lagi ngamuk ya lagunya jadi........... =A= you know what i mean?

3. setelah disesuakan, coba nyanyikan. dan gak lupa kasih judul~ nah ini bagian yang paling ane suka! walopun nyanyinya suka kayak bisik bisik biar gak ada yang tau ehehe gak lupa kasih judul~ tapi kalo ane ngasih judulnya pas bikin lirik. but, it's up to you~

4. lagu udah setengah mateng. kalo ente ente pada udah canggih, silahkan matangkan dengan cara tata lagunya dengan software composer musik ane masih bocah, apa-apa masih yang sederhana. bahkan sekarang masih ngutang gara-gara mic usb. T^T btw, contoh softwarenya itu ableton. ane punya tapi kagak ngerti cara makenya *ditabok bolak-balik*

mungkin itu dulu, sori cuma dikit wkwk ohiya, gue lagi proses buat lagu yang sama kayak judul postan blog~ ituloh yang judulnya PI PEROJEK! hahaha mungkin bakal gue post liriknya. tapi... it sounds boring, right? haha jadi, menurut gue buat lo yang berbakat dibidang diluar sekolah. jangan takut untuk mengembangkan bakat lo. yang penting lo berjuang sekuat tenaga lo! dengan seluruh jiwa raga dan tak lupa berdo'a!! *eaa wkwk oke? jadi, don't give up!!


Selasa, 09 Oktober 2012

P-PROJECT! : The First Time

Kaito Kisaragi – Leader / trainer
Risa Watanabe – Rhytm Guitarist / Vocalist
Mayuko maeda – Pianist/ backing Vocal
Thomas Piere galilei – Lead Guitarist
Mika Matsumoto–Violinist
Shinichi Kuroyami– Drummer
Tora Yamato– Bassist/ Backing Vocal




Sakuranomiya Gakko. Sekolah itu adalah sekolah yang cukup bagus di Tokyo. Tetapi, disana banyak terjadi bully disana. Hampir 40% anak bawahan yang keluar dari sekolah itu. Bahkan ada juga yang bunuh diri karena frustasi dan bisa juga menjadi kelainan jiwa. Sampai saat ini belum pernah ada yang menyebarluaskan tentang ini. Mungkin siswa yang berani menyebarluaskannya, bisa di ancam oleh anak populer di sekolah itu. guru-guru disana lebih cuek dan lebih memikirkan prestasi siswa dibanding kesehariannya. Itu faktor utama mengapa metode menyedihkan itu tidak terhapuskan.

Alarm berbunyi dipagi hari, matahari sudah terbit, burung-burung berkicau. Hari ini Risa Resmi menjadi siswi Sakuranomiya Gakko. Tidak seperti biasanya, Risa langsung beranjak dari tempat tidurnya dengan semangat. Ia juga bergegas mandi dan mengenakan seragam serapi mungkin. “Risa-Chan, kau sudah bangun? Ibu belum sempat masak sarapan karena ibu pikir kamu belum bangun!” dengan heran ibu Risa bertanya-tanya. “kan ini hari pertama sekolah di tokyo bu. Aku butuh semangat baru hehehe tidak apa-apa biar aku yang masak sendiri” jawab Risa dengan perkataannya yang tidak biasa itu. Mungkin ini juga pertama kalinya ia memasak sarapan sendiri, padahal biasanya ia memasak untuk makan malam. Pagi ini ia membuat nasi kepal untuk bekalnya dan Sup miso untuk sarapan. Jarum jam jatuh ke angka 7, ini saatnya Risa untuk masuk ke sekolah barunya.

sebuah gedung yang kenangan dan bercanda tawa, Itulah gedung sekolah. Setelah hampir 3 minggu tidak merasakan suasana sekolah akhirnya Risa bisa menghirup itu kembali. Risa masih bingung dengan teman sekelasnya. Mungkin ini masih awal menjadi siswi baru. Tak lama, bel sekolah berbunyi. Ini dia saatnya Sambutan untuk siswa dan siswi baru. Siswa dan Siswi baru diperkenalkan dengan semua guru di Sakuranomiya Gakko. Mungkin semua guru di sini sama saja dengan sekolah lamanya, tapi ada 1 guru yang menurutnya sangat asing, yaitu Kaito Kisaragi. Biasanya seorang guru yang pernah Risa lihat hanya memakai pakainan formal dengan kata-katanya yang formal pula. Kaito kisaragi adalah guru Musik berambut dan  berpakaian modis. Sebenarnya Risa sangat benci guru yang memakai kacamata karena kesannya agak culun . Tapi kali ini, sepertinya kaca mata Kaito- sensei tidak menghalangi kemodisannya itu. Banyak siswa dan siswi yang bilang bahwa Kaito-sensei mampu memaikan 7 alat musik padahal ia tidak terlahir di keluarga musik, hmm hebat ya.  Meski banyak siswi baru maupun lama yang mengidolakannya, Risa biasa-biasa saja.

Dikelas X-5, Risa belum bisa mendapat teman baru, Entah karena ia sudah lama tak sekolah atau belum bisa beradaptasi. Risa merasa teman sekelasnya adalah orang modis berwajah cantik dengan aksesoris yang banyak. Risa pikir mungkin ia bisa dekat dengan mereka dengan mengajak duluan berkenalan.  Tapi saat bel istirahat,  semua siswa dan siswi kelas X-5 berhamburan ke kelas. Sepertinya mereka mendekati sekumpulan anak yang penampilannya sama dengan Risa. Risa pun menghampiri sebenarnya apa yang terjadi. “Heh sampah, kau juga masuk ke kelompok mereka” seru seorang siswi dan mendorong Risa ke arah anak anak yang dikepungi itu. Sekelompok itu beranggotakan 2 perempuan dan 3 laki-laki.  Ini adalah awal dari Bullying. Sepertinya dendam sudah terukir di hati Risa. Ia pikir bersekolah disini lebih indah dari di sekolah sebelumnya. Tapi alhasil, disini lebih gila dari sekolah  yang pernah risa tempati. Semua kelompoknya yang laki-laki dikepung sampai babak belur dan yang perempuan melempari mereka dengan kertas bahkan lebih parahnya mereka melemparnya dengan telur. Akhirnya Risa dan sekelompok barunya lari dari para pelajar nakal itu.

Risa hanya mengikuti jejak kelompoknya itu dan menuju ke ruang musik. Sebenarnya ada 2 keheranan Risa di sekolah ini. Pertama, kenapa tadi siswa yang sepenampilan dengannya yang banyak menjadi sedikit sekali dan kedua, kenapa kelas ini berisi anak populer sementara disini semua orang populer itu gila derajat. Keheranannya terus berlanjut sampai masuk ke ruangan musik yang disitu hanya berisi Kaito-sensei yang sedang santai meminum ‘Root beer’nya.

“lelah ya?” tanya Kaito-sensei dengan santai.  Risa dan kelompoknya tidak menjawab pertanyaan Kaito-sensei “siswa biasa berjumlah 50, mereka keluar, frustasi, dan mungkin bunuh diri. Sekarang sisanya 6 orang” gumam kaito-sensei. Risa pun baru mengerti jadi siswa dan siswi baru yang banyak bersisa beberapa anak “Jadi, Maukah kalian kubantu?” Kali ini Kaito-sensei bertanya dengan tegas. “Ka, kami mau, kaito-sensei” Jawab mereka dengan nafas yang belum teratur. “hmmm yasudah kalau begitu.. Hei kau yang disitu. Silahkan perkenalkan dirimu disini. Lalu bergantian dengan temanmu yang lain” seru Kaito-sensei sambil menunjuk ke arahku. sekali lagi, Risa masih bingung mengapa Kaito-sensei berubah menjadi cuek begini? Dan bahkan hanya dia yang ingin menanggapi kami. Tapi risa harus memperkenalkan diri sebelum memikirkan kebingungan barunya itu.

 Setelah ia memperkenalkan diri temannya bergantian. Dan sekarang bisa mengenali siapa orang-orang yang selalu bersamanya dari tadi. Dimulai dari  Mayuko maeda  bisa dipanggil Mayu , dia adalah siswi yang senasib dengan risa yaitu masih baru dan bingung dengan keadaan sekolah ini. lalu Thomas Piere galilei biasa dipanggil Tom, dia siswa bergaya seperti profesor yang sudah cukup lama bersekolah disini . ada juga Mika Matsumoto biasa dipanggil Mika dan Shinichi Kuroyami biasa dipanggil Shin, mereka siswa dan siswi baru sekolah sakuranomiya ini. Dan yang terakhir Tora Yamato biasa dipanggil Tora , tidak jelas dia murid baru atau lama karena perkataannya yang tidak jelas dan berbau misterius.
Kaito- sensei tetap menikmati root beernya yang ia santap. Sebenarnya, Mereka semua kesal dengannya karena ia menyuruh mereka tetapi tidak memerhatikan. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada orang yang bisa menyelamatkannya selain kaito sensei.

“bagaimana jika kita membuat klub musik?” tanya kaito sensei sambil meminum root beernya. Dengan segap Risa menjawab “apa maksudmu?!” ternyata kaito sensei hanya membalasnya dengan tertawa kecil “hei bodoh, kau punya alat musik apa dirumahmu?” tanya lagi kaito sensei yang tertuju untuk Tom. “umm.. gi,gitar?” jawab tom dengan gugup. Kaito membalasnya dengan semangat “kau jadi gitaris! Bagaimana denganmu, nona?” kali ini pertanyaannya tertuju kepada Mika “sebenarnya ada banyak, tapi aku sering memainkan biolaku hehe” balas lagi kaito dengan antusias “NAH! Ok kamu jadi pemain Biolanya. Bagaimana dengan kalian bertiga?” pertanyaan ini mulai tertuju ke pada Risa, Tora, dan Shin. Risa menjawab “Sepertinya aku punya gitar dirumah” dan shin juga menjawab “ aku tidak punya apa-apa, tetapi kakakku mempunyai drumset. Aku sering meminjamnya” Kaito tersenyum manis dan saking manisnya Gula merah kalah dengan senyumannya “hmm hmm hmm oke aku mengerti. Hei, kalau kau bagaimana?” tanya kaito. “aku tidak punya alat musik” jawab Tora dengan kata-kata datarnya. “hah? Tidak punya katamu? Oke, tangkap ini!” kaito melempar sebuah bass keluaran 1990 yang sepertinya itu miliknya saat masih SMA. “maaf aku tidak membutuhkannya” ucap Tora dengan santai “ tidak semudah itu! Coba kau bawa pulang bass kesayanganku itu, aku yakin 100% kau tidak akan lepas darinya” Kaito sensei sambil tertawa keras. Dan tora membalasnya dengan sedikit ancaman “baiklah aku simpan perkataanmu itu” kaito senantiasa tidak bisa menahan tawanya tersebut “baiklah aku tidak takut! Baiklah, besok bawa alat musik yang kalian punya tadi ya!!” “kalau drumset bagaimana kaito sensei?” saut Shin dengan wajahnya yang polos “dasar bodoh! Berpikirlah sedikit! Bedakan mana alat musik yang bisa dibawa dengan yang tidak bisa dibawa!” semua siswa yang ada di situ (kecuali tora) tertawa.

“umm.. Sensei~” saut Risa sambil mengangkat tangannya. Lalu kaito merespon Risa dengan menengoknya. “hmm ya?” jawab kaito “aku tidak bisa bermain alat musik meskipun mereka ada dirumahku.  bagaimana?” tanya Risa dengan lesu “hah! Tenang saja! Aku akan memberi pengajaran alat musik yang kalian mainkan masing-masing! Dan untuk sekarang kalian tidak aku berikan pelajaran seperti Matematika ataupun Ipa, melainkan pelajaran musik sampai pulang! Dan kalian juga belajar disini. Pintu masuk sekolah menuju ke sini melalui gudang belakang dan mulai besok kalian masuk jam 7. Jadi, jangan khawatir! Shin tidak terima dengan rencana kaito “kau gi...” kaito langsung menyerobot perkataan shin “hei bodoh, kau pilih mati atau bertahan dengan bahagia disini?” sebenarnya Shin masih ingin membalas perkataan kaito sensei tadi. Tapi, sepertinya itu hanya membuat masalah saja dan yang dikatakan kaito tadi memang benar.

Tanpa terasa waktu berjalan cepat. Pukul 6 sore sudah hampir lewat. Mereka pun pulang dengan selamat.

Akhirnya Risa sampai rumah. Ini adalah hari yang sangat bercampur aduk baginya. Kebetulan orang tuanya pesan bahwa mereka dinas di Hokkaido selama 5 bulan. “haaaah.. hari ini menderita sekali aku~” tutur Risa dengan pasrah “kupikir kau tidak akan pulang, Risa.” Terdengar perkataan tadi yg tidak asing baginya melainkan suara kakak perempuannya yaitu Tanako. “eh kakak?” dengan heran ku menatapnya. Kupikir ia pulang dari universitasnya bulan depan “bagaimana masuk di sekolah neraka itu?” tanya tanako “sangat dan amat membingungkan! Tapi aku diselamatkan oleh Kaito-sensei!” jawabku sambil membuka lemari kulkas “ he? Kaito? Kaito Kisaragi kah? Dia menjadi guru?” dengan heran tanako bertanya dan tiba-tiba ia beranjak dari sofa. “iya, kakak kenal dengannya?” “iya! Dia satu angkatan denganku! Tidak kusangka dia bisa menjadi guru disitu. Aku mendukungnya agar dia bisa mengubah sakuranomiya school!” dengan semangat tanako mengucapkan perkataannya itu “oh.. pantas saja..” “pantas apa?” “he? Bukan apa-apa kok kak ehehe” sampai saat ini Risa sedikit tahu seluk bekuk dibalik semua ini. “ohiya kak, aku pinjam gitarnya ya?” tanya Risa “untuk Kaito kah? Untukmu saja. Aku ingin beli yang baru” setelah itu, sekarang gitar tanako ada di tangan risa

Keesokan harinya Risa lain dengan yang kemarin. Ia malas-malasan pagi ini. Dan untungnya, Risa tidak lupa kalau mulai hari ini ia masuk jam 7 pagi. Kali ini ia tidak bersantai lagi, ia sekarang buru-buru membuat sarapan dan bekalnya. Tak lupa mengunci pintu rumahnya. Ia juga berangkat buru-buru. Pokoknya hari ini sangatlah membuat Risa frustasi.

Risa sudah sampai di Sekolahnya. Ia pikir sekolah masih sepi karena masih pagi. Ternyata masih ada siswa dan siswi kejam yang menyiksanya kemarin. Apa yang harus Risa lakukan agar ia bisa ke ruang musik tetapi siswa dan siswi populer tidak mengetahui persembunyiannya dengan teman-temannya?  Ditambah lagi mereka membawa barang yang tidak jelas,  sementara Risa hanya sendirian

Risa menghentakkan kakinya sedikit demi sedikit dengan gemetar. Ia tak tahu bahwa anak populer juga datang pagi. Dengan berani, Risa berjalan menuju gudang. Tiba-tiba saat di gerbang sekolah, 3 anak populer mengerubungi Risa. Antara takut dan pasrah, risa hanya terdiam. "ooh.. Jadi kau masih disini ya? Masih belum puaskah dengan kami?" seru salah satu anak populer itu sambil menggenggam sebuah benda yang sepertinya digunakan untuk menyerang murid baru. Semakin lama anak populer itu membanyak. Entah antara ingin menangis dan pergi, itu adalah  perasaan risa sekarang. Sebuah gumpalan kertas ulangan terlempar ke arah kepala Risa dan semakin lama semakin banyak pula lemparannya. Karena tak bisa menahan emosi Risa berteriak "Hentikaaaaaaaan!" "apa katamu? Hentikan? Mulai be..." "lepaskan dia!" tiba tiba terdengar suara yang tidak asing lagi dikuping Risa, tak lain adalah kaito sensei.semua siswa dan siswi bubar semenjak itu. Hati Risa terlega pula. "Kaito sensei, makasih" Risa tersenyum lega dihadapan Kaito sensei "kau tau sekarang jam berapa?" seru Kaito. "err... Aku belum sempat mengecek jam" "bodoh! Sekarang sudah jam 9! Kau ini bagaimana." balas kaito dengan tampangnya yang kali ini sangat agresif. Risa pun memohon mohon agar dimaafkan. Akhirnya Kaito sensei menjawab "hah.. Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi jangan diulangi lagi ya"  Risa mengangguk dengan bersemangat. 

"ohiya, namamu Risa Watanabe ya?" "he? iya" "aku lebih suka memanggilmu nona pemalas" kaito tertawa keras tetapi risa hanya terdiam malu. Kaito setelah itu mengantar Risa ke ruang musik. 

Risa baru sadar kalau semuanya sudah datang. "oke, kali ini kita mulai berpesta" goda kaito sambil melirik tajam Tora. "aku merasakan melodi yang lain pada benda ini" ucap tora dan kaito menjawab "untung saja aku tak mengancammu.. Baiklah akan kupinjamkan bass itu sampai kau punya bass sendiri. Ohiya, aku sudah menyiapkan nama untuk project kita ini." "apa sensei!?" spontan shin "hahaha aku akan namakan pizzicato project" jawab kaito sensei. "he? Pizzicato itu kan.." mika sedikit terbingung, kaito sensei memotong perkataan mika " ya, kau pasti tau. Tapi aku memberi maksud yang lain" "a,aku suka dengan namanya" puji mayuko dengan wajah yg sedikit malu "baguslah kalau kau suka. Bagaimana denganmu, nona pemalas?" Risa menjawab "err.. aku? aku suka suka saja" "bodoh, aku tidak butuh pertanyaan tidak bermutu seperti itu!" seru kaito "ohiya, bagaimana denganmu, pria berkaca mata bersama 2 laki laki bodoh itu?" mata kaito tertuju ke arah Piere, Tora, dan Shin "kami sangat dan amat suka namanya!" kaito merengut lagi "jawaban kalian terlalu memaksa, aku tidak suka. lalu, bagaimana denganmu nona?" kali ini mata kaito tertuju ke arah mika "he? aku suka namanya. sangat musikalilasi!" kaito dengan semangat menjawab "naaah! aku suka jawabanmu!" "he? arigatou ehehe" "oke mulai hari ini, P-PROJECT mulai berlatih! siaaaap?!" "SIAAAAAP!"

 Ini pertama kalinya risa belajar musik full sampai pulang sekolah diruang musik. Kaito sensei sepertinya menggunakan metode seperti kursus musik, hanya saja ini lebih lama dan bisa berdiskusi. Mereka bekerja keras, kaito sensei menekan mereka pada saat berlatih. Awalnya risa dan kawan-kawan menyerah. Tetapi mereka tersadar bahwa kerja keras tidak akan menjadi sia sia jika ada niat. 1 bulan sudah berlalu, sebenarnya rencana kaito sensei sudah mulai berhasil. Piere, Risa, Tora, Shin, dan Mayuko sudah mulai menguasai instrumentnya masing-masing. Kecuali mika yang sejak dulu sudah berdarah musik, ia semakin menguasai biola elektriknya  itu. Pada saat inilah kaito mulai mencoba membuat lagu project pertama. Pukul 8 saat semua member p-project sudah akrab dan mencintai alat musiknya masing masing. Dibalik kerja keras mereka yang menyakitkan, mereka juga mendapatkan sesuatu yang berharga. Mereka juga mengerti tentang sekoah ini. Jadi, mereka tau kapan anak populer berkumpul. Risa juga tidak ceroboh lagi, bahkan ia selalu datang tepat waktu dari pada yang lain. Inilah hasil kerja keras yang tidak sia sia.

"hari ini piere tidak masuk karena sakit. huh, padahal hari ini aku sudah merencanakan sesuatu!" gumam Kaito dengan sedikit kesal “Kaito sensei~ sampai kapan kita latihan teruus?” tanya Shin dengan tampang malasnya dan kaito menjawab sambil sibuk mencari kameranya di tas “hmm.. sebentar lagi kok, sabar sajalah” dikeluarkannya kamera itu. Semuanya terbingung  “he? Kamera? Kita mau berfoto? Haaaa wajahku sedang tidak bagus” keluh Mika sambil merapikan rambutnya. Lalu shin pun menyaut“heh bodoh, kalau kau tak mau kenapa kau merapikan rambutmu yang aneh itu?” “memangnya rambutmu tidak aneh apa?!” balas Mika. Pertengkaran itu terus berlanjut sampai Risa mulai muak “Sudahlaah! Rambut kalian itu bagus jadi tak usah saling menghina. Benar kan Mayu chan? Ehehe” “unn!” kaito sensei sudah menyalakan kameranya “siapa juga yang ingin mengambil wajah kalian yang jelek itu. sebenarnya hari ini kita mau coba cover lagu. Setelah itu kita upload ke youtube. Dengan begitu kita tidak perlu seperti orang demo di depan sekolah, Lagipula resikonya kan juga besar. ” Semuanya panik akan perkataan Kaito sensei tadi “huh kenapa harus hari ini sensei! Mendadak sekali” keluh Risa “mau sampai kapan kalian berlatih, hah? Tora yang dari tadi tidak berbicara saja tidak bawel. Ahahaha” jawab kaito yang pandangannya tertuju ke arah Tora yang sedang duduk didekat jendela. “oke kalian semua posisinya begini ya, setelah itu mainkan lagu yang sudah aku ajarkan. SEKARANG!” dengan kerasnya kaito sensei menyuruh mereka. Dengan pasrah, mereka ke posisi yang sudah diarahkan kaito. “aduh mau main lagu apa ini kita?” Mika terbingung lalu risa menjawab “hmm.. aku juga tidak tahu. Kalau kau bagaimana shin?” shin hanya menggelengkan kepalanya. “kamera sudah mulai merekam! Ayo cepat!” seru kaito sambil tertawa kecil. Mereka semua bingung, bingung karena mereka tidak pernah berlatih kolaborasi. Bahkan tora yang biasanya bergaya dingin kali ini ia bertampang bingung. Tapi diantara mereka yang bingung, tiba tiba Mayu mengeluarkan sebait nada dari bibirnya “Hiroi uchuu no kazu aru hitotsuaoi chikyuu no hiroi sekai de” dan dengan tidak sadar Risa terangsang untuk melanjutkan liriknya “chiisana koi no omoi wa todokuchiisana shima no anata no moto e”Mika, Shin,dan Tora mengiringi lagu itu dengan tidak sadar. Semakin lama, lagu yang dimainkan menjadi menyenangkan. Tora yang melihat semua teman-temannya tersenyum, membuatnya untuk tersenyum juga. Ini pertama kalinya ia tersenyum dan kebingungan. Shin sangat bahagia mengiringi Risa dan Mayu, Mika pun juga begitu. Mayuko yang menyanyi dan Mika yang menyanyi sambil memainkan Gitar senantiasa senang. Kaito juga tidak menyangka murid yang selama ini ia latih menjadi seperti iniDiakhir lagu, mereka bernyanyi bersama-sama“Hora anata ni totte daiji na hito hodosugu soba ni iru notada anata ni dake todoite hoshiihibike koi no utahora hora hora hibike koi no uta”mereka memadukan ending dengan amat sempurna dan berjalan lancar. Dan ya! Lagu yang pertama kali mereka tampilkan sudah selesai! “kalian belajar dari mana?” tanya kaito dengan panik dan para murid menjawab “kami mengiringinya dengan tidak sadar, itu semua berkat mayu chan. Kami semua mengerti karenanya” mayu pun mengangguk “sebenarnya aku takut sensei marah, jadi aku mencoba lagu kesukaanku, Chiisana koi no uta. Dan aku tak menyangka kalian semua akan melanjutkannya.” Itu yang mayu katakan. Kaito tidak berkata apa-apa lagi, tetapi ia tersenyum bangga kepada Mika,Risa,Mayu,Shin,dan Tora. Baru kali ini ia merasa bangga dengan mereka berlima. “hmm.. nah sudah di upload. Sekarang kalian boleh pulang. Tapi ingat, tetap berlatih ya!” dengan semangat mereka berlima mengangguk “SIAP!”

Risa merasakan sesuatu yang menyenangkan dan membanggakan hari ini, Rasanya ia ingin terus berlatih dan berlatih. Bahkan ia berpikir sampai jalannya menuju ke rumah sedikit lambat. Ia pun tidak sadar jika ada pria yang berjalan ke arah yang sama dengannya, tak lain adalah kaito. “heee? Kaito sensei mau ke mana?” kaito menjawab “tentu saja aku ingin pulang!” “hmm begitu ya..” “ohiya, aku sangat suka alunan yang kalian mainkan. sayang ya piere tidak masuk” “su,sungguh?! aku juga ingin sekali piere masuk hari ini” “iya, tapi jangan bilang siapa siapa ya kalau aku memuji kalian” “pasti! Aku akan terus berlatih agar aku bisa mengembalikan sekolah ini seperti semula!” kaito tersenyum semenjak Risa mengatakan hal itu “bagus, Risa!” 
Rumah unik era 60-an dengan barang antik yang penuh, suasana hangat terasa tajam disana. Rumah piere yang nyaman membuatnya lebih suka untuk berdiam diri di rumah. telepon rumahnya berdering kencang, dengan cepat-cepat ia mengangkat "halo, piere! ini aku kaito" suara kaito membuatnya kaget "a,ada apa? semalam kau sudah menelponku kan?" "pertanyaanmu tak penting! kau punya komputer dengan koneksi internet kan?" "hah? te,tentu. memangnya kenapa?" "teman-temanmu di project kita memutuskan untuk mengupload penampilan mereka diruang musik lewat youtube. mungkin kau bisa menjadi administrasi karena aku lihat kau mahir di bidang IT hahaha" piere berpikir panjang setelah mendengar apa yang dikatakan Kaito "hmm P-Project ya?a,aku bisa saja" "bagus, tolong beritahu alamat e-mail-mu. nanti akan aku beri username dan passwordnya. satu lagi! malam ini kau harus mempelajari lagu kagrra- Utakata." pembicaraan Kaito dengan Piere tak pernah selesai dengan singkat

"keren! mungkin karena aku absen mereka bisa keren. mana malam ini harus bisa main lagu Utakata lagi, itu susah!" keluh Piere dan dengan tidak sengaja menyenggol sebuah berkas. kertas dari berkas itu tersebar dimana-mana, dengan terpaksa Piere memungut kertasnya seperti semula. tapi ia tidak senaja menemukan sebuah kertas yang bertuliskan kata-kata alm. ayahnya yang sangat ia inspirasikan. "benar kata ayah, aku harus berjuang! mungkin ini sulit, tapi aku tetap harus berjuang!" ia pun mengeluarkan gitar legendaris kakeknya dan mulai berlatih keras "hm,, baiklah~ 1... 2.... 3....!"

perjuangan mereka baru saja dimulai. meski demikian, mereka mendapatkan memori manis dan pahit. awalnya ini semua karena paksaan, tapi apa boleh buat. Mereka pikir ini hanya ada pada drama fantasi di TV. untuk itu hari demi hari mereka memperjuangkan sekolah mereka menjadi normal dengan gebrakan musik racikan P-PROJECT!


l

Rabu, 03 Oktober 2012

pizzicato project! (Trailer)

chara:
Kaito Kisaragi – Leader / trainer
Risa Watanabe – Rhytm Guitarist / Vocalist
Mayuko maeda – Pianist/ backing Vocal
Thomas Piere galilei – Lead Guitarist
Mika Matsumoto–Violinist
Shinichi Kuroyami– Drummer
Tora Yamato– Bassist/ Backing Vocal

Sakuranomiya Gakko. Sekolah itu adalah sekolah yang cukup bagus di Tokyo. Tetapi, disana banyak terjadi bully disana. Hampir 40% anak bawahan yang keluar dari sekolah itu. Bahkan ada juga yang bunuh diri karena frustasi dan bisa juga menjadi kelainan jiwa. Sampai saat ini belum pernah ada yang menyebarluaskan tentang ini. Mungkin siswa yang berani menyebarluaskannya, bisa di ancam oleh anak populer di sekolah itu. guru-guru disana lebih cuek dan lebih memikirkan prestasi siswa dibanding kesehariannya. Itu faktor utama mengapa metode menyedihkan itu tidak terhapuskan.
Alarm berbunyi dipagi hari, matahari sudah terbit, burung-burung berkicau. Hari ini Risa Resmi menjadi siswi Sakuranomiya Gakko. Tidak seperti biasanya, Risa langsung beranjak dari tempat tidurnya dengan semangat. Ia juga bergegas mandi dan mengenakan seragam serapi mungkin. “Risa-Chan, kau sudah bangun? Ibu belum sempat masak sarapan karena ibu pikir kamu belum bangun!” dengan heran ibu Risa bertanya-tanya. “kan ini hari pertama sekolah di tokyo bu. Aku butuh semangat baru hehehe tidak apa-apa biar aku yang masak sendiri” jawab Risa dengan perkataannya yang tidak biasa itu. Mungkin ini juga pertama kalinya ia memasak sarapan sendiri, padahal biasanya ia memasak untuk makan malam saja. Pagi ini ia membuat nasi kepal untuk bekalnya dan cream soup untuk sarapan. Jarum jam jatuh ke angka 7, ini saatnya Risa untuk masuk ke sekolah barunya....
TBC
penasaran sama cerita penuhnya? eh enggak ya? yaudah lah -_- ohiya, pizzicato itu kalo di les biola ane artinya 1 petikan dari 1 senar (istilahnya gitu lah) nah gue kasih judul ini maksudnya nanti di cerita fullnya Kaito sensei buat project yang namanya Pizzicato Project. nah maksud Kaito buat namanya kyk gitu karena dia pengen punya project yang punya 1 keyakinan/kepercayaan dari 1 kelompok *eaaaaa* *ngebocor dikit* xD eh tapi buat yang penasaran sabar dulu ya. soalnya sekarang gue sedang antara gila sama waras (?) maaf kalo aneh soalnya gaada bakat nulis sama skali LOL

Halloween Party Lyric

la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
nen ni ichido osoroshī party
Warera ga sugata o mi ̄ seru yoru
Kakure tenaide okashi kurenaito
Itazura morenaku shi ̄ chau ze
Bogeyman mo (scream) dracula mo hora (scream)
Mōfu kara deta ashi ga ̄ kōbutsu
Tansu no naka (himei) beddo no shita de (himei)
Ha o togara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa Halloween
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
Trick or treat
candy, cookies, donuts dōzo
Trick or treat
Choco, jellybeans , pai
Trick or treat
cola, lemonade, mō nai
Trick or treat
Matte
Trick or treat
No no! !
Trick or treat
No no...
Tsukiakari de yoku mitara hora
Kage ga hitotsu ōku ̄ nai kai?
Hon'nosukoshi odokasu dake sa
Shampoo de me o tojita ̄ shunkan
Himei merodī (scream) bōrei odori (scream)
Kimi wa kyōfu ni furue teru
Ōkami otoko (scream) Jack O-Lantern (scream)
Me o hikara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa harō~in
Kochira ira shite kowakunai kunai
Watashi kuro neko himei wa kyatto
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 2x
Trick or treat
candy, cookies, donuts dōzo
Trick or treat
Choco, jellybeans , pai
Trick or treat
cola, lemonade, mō nai
Trick or treat
Matte
Trick or treat
No no! !
Trick or treat
No no...
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat ... 6x

Mp3 download: http://www.mediafire.com/?kul0duh8w321gdj

Video Spot: http://www.youtube.com/watch?v=g9qwYGorQfc&feature=share
source: from NIGHTMARE fangroup on Facebook.


Happy screaming HAAAAA~ HAAAAA~ HAAAAA~

Minggu, 30 September 2012

Ayumi hamasaki no tanjoubi ^0^

hari ini nissy ulang tahun, dan Sekitar 2 hari lagi ayumi hamasaki juga ulang tahun!! otanjoubi omedetou AYU chan :3 semoga sukses selalu di perindustrian musik ^0^ ohiya ayumi hamasaki itu penyanyi yang gue suka dr SD loh :3 itu berawal dari animonster dan gue pikir lagunya biasa-biasa aja. nah pas gue iseng dengerin lagunya ternyata... melodic sekali! suaranya juga kawaii. dia juga suka ke bali, tp kenapa gak pernah ke jakarta ya =A= dia tadinya udah nikah sama model dari austria *gue lupa namanya* terus gak lama mereka cerai karena ada masalah . tapi walau begitu, ayu bilang kalo dia gak menyesal. oke kita ganti topik. dibalik kesuksesannya yang sekarang, ternyata perjalanannya panjang loh! jangan pikir kalo dia cuma nyanyi terus jd penyanyi terkenal =A= sesuatu itu butuh perjuangan. 


Despite her child-like persona, you can't help but sense Hamasaki was never truly a child. Born in Fukuoka on the southern island of Kyushu, she was just a toddler when her father walked out. "I don't even know if he's dead or alive," she says. Raised by a single mother and a grandmother, she began modeling locally at seven, in part to earn money for the family. It was an unusual and lonely childhood in this country of steadfastly nuclear families, but Hamasaki says she wasn't aware of what she was missing. "I thought mommy's life was strange, not mine," she says. "I didn't understand my loneliness until I moved to Tokyo." Hamasaki made that move at 14 to pursue an acting and modeling career. Old magazine spreads feature the sweetly smiling young starlet clad in bathing suits or prim outfits that would never make it to her own wardrobe. After bit parts in five low-budget movies and a handful of TV dramas, she tired of acting and, with her tiny frame, did not have a future in modeling. Canned by her talent agency and dropping out of school in the 10th grade, Hamasaki frittered away her days shopping at trendy shibuya boutiques and her nights dancing at the massive Velfarre nightclub in Roppongi. 


Then a friend who worked at the club, owned by the record label Avex, invited her out for a night of karaoke that forever changed her life. The friend had also invited Masato ("Max") Matsuura, who introduced himself to Hamasaki as a producer. "I'd never heard of Avex," Hamasaki recalls, laughing. "When he asked if I wanted to pursue a singing career, I said, 'No way.' He was this older guy, and I thought the whole thing sounded fishy." Over the following year, though, Matsuura persisted. Finally she relented to his request that she at last attend vocal training, only because "I had nothing better to do." But the classes were dull and the teachers harsh. "I felt like I'd gone back to school," she says. "If there are rules and regulations, I can't help it, I want to break them." 


Finally she confessed to Matsuura that she'd skipped most of the classes. But instead of writing her off, he proposed sending her to New York for some real training. "I thought he was kidding," she says. "I mean, I was 17." Reluctantly she went, staying in a midtown hotel for three months, taking singing classes a few blocks away. "New York was a relief-not all hierarchical and rule-bound," she says. When Hamasaki returned to Japan, Matsuura proposed another challenge. Because she has trouble voicing her thoughts, Hamasaki had over that year corresponded with Matsuura through letters, which must have echoed of simple yet poignant lyrics. "He read them and said, 'Why don't you try writing songs?'" The idea that she could express herself in song imbued her with a new sense of direction. "No one had ever asked anything of me before, or expected anything of me," she says of Matsuura, whom Hamasaki and everyone at Avex calls by his title, senmu, or managing director. "Part of me was flattered; part of me was terrified but didn't want to admit I couldn't do it. Plenty of people had patted my head and said, 'Aren't you cute.' Senmu gets mad, but when he praises me, I know I've won it. He's the one who found me and drew me out." He stuck by her, too, when superstardom didn't occur overnight. Her first two singles in 1998 stopped at No. 20 on the charts; her next four barely broke the Top 10. Then Love~destiny~ busted into the No. 1 slot in April 1999, and every one of her singles have hit the top ever three since. The responsibilities that came with her ascension as a recording star were a fair trade-off for the joyous release of writing. "The 'Hi, this is Ayu' person on TV," she says, slipping for a moment into her alter ego's nasal, anime-character voice, "is the person I know they want to see. I understand it's my role to realize people's dreams. I'm O.K. with that so long as my songs are my own. No one can take my song away from me." 


ternyata kehidupan masa lalunya gak biasa ya. keren! ayu chan, pokoknya gue salut sama kamuuu >3< 


source: http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/Ayumi-Hamasaki-Biography/84C2CFC05BD3ED5D48256DF80028A085

Vocaloid Kawaii Cursor Download

Vocaloid cursor:
- Gakupo
- Kaito
- Miku
- Gumi
- Iroha
- Rin
- Piko
- Etc...

Download http://www.mediafire.com/?5it3jvtb4cwj6k5

source: honesty, i forgot the source. *___* gomeeen